Banyak warga Beirut marah atas kelalaian pemerintah yang menyebabkan ledakan dahsyat. Pemerintah Lebanon bereaksi dengan mengumumkan keadaan darurat dua pekan.
Dubes RI untuk Lebanon, Hajriyanto Thohari, mengantisipasi kesulitan pasokan makanan dalam beberapa hari mendatang setelah ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut.
Penyebab ledakan di Lebanon masih misterius. Presiden Lebanon Michel Aoun menetapkan hari berkabung serta memerintahkan investigasi mengusut peristiwa itu.
Kementerian Kesehatan Lebanon mengkonfirmasi data baru korban tewas ledakan besar di Beirut. Total korban tewas akibat ledakan besar itu berjumlah 78 orang