Hendaknya setelah dua puluh tahun krisis moneter berlalu, pemerintah lebih aware terhadap pelemahan rupiah dan lebih fokus mendorong kualitas pertumbuhan.
IHSG ternyata kebal terhadap sentimen negatif dari aksi terorisme hari ini. Setelah seharian melemah, IHSG akhir ditutup menguat tipis 0,06% ke posisi 5.841.
IHSG hingga jeda sesi 1 tadi anjlok 1,34% ke posisi 5.760,003, investor asing mencatat jual bersih Rp 267,14 miliar. Benarkah itu karena kejadian aksi teror?