Muhammadiyah menyatakan sikap resminya terkait aksi massa 22 Mei 2019. Muhammadiyah menyatakan aksi massa itu harus dihentikan bila lebih banyak mudaratnya.
Aksi 22 Mei kemarin tak hanya menyisakan kesedihan bagi pedagang karena ada juga yang justru ketiban untung. Adalah pedagang nasi goreng bernama Erwin.
Ulama muda di Jambi meminta para elite politik bertemu untuk menciptakan situasi yang kondusif dan meminta polisi segera menangkap dalang kerusuhan aksi 22 Mei.