Korea Utara menegaskan komitmennya untuk mempertahankan status sebagai negara nuklir menjelang kunjungan Presiden Xi Jinping, dengan peningkatan produksi rudal.
AS membatasi sebagian pertukaran informasi intelijen satelit tentang Korut dengan Korsel, menyusul komentar Menteri Unifikasi soal fasilitas nuklir Pyongyang.
Korsel melaporkan bahwa Korut, negara tetangganya, menembakkan sekitar 10 rudal balistik, yang tak teridentifikasi jenisnya, pada Sabtu (14/3) waktu setempat.