Bersama Rusia dan Cina, Iran berada di jantung perlawanan terhadap hegemoni AS. Aksi protes yang sedang berkecamuk berpeluang mengubah tatanan geopolitik dunia.
Nilai tukar rial Iran anjlok, menyebabkan barang kebutuhan pokok tak terjangkau dan memicu demonstrasi. Inflasi melonjak, rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan.
Saham-saham dan obligasi di Asia merosot pada Jumat (19/4). Sementara mata uang safe-haven, emas, dan minyak mentah melonjak imbas ketegangan di Timur Tengah.