FPRB Tanjung Benoa diakui secara global setelah diundang ke forum kebencanaan internasional. Keberhasilan ini hasil pemberdayaan masyarakat sejak 2012.
Letusan awan panas Gunung Semeru mencapai radius 13 km, memicu kepanikan warga. Petugas dan relawan terus memantau situasi & menghentikan aktivitas penambangan.