detikFinance Bapepam Ingin Disiplinkan Pasar Potensi gagal bayar saham PT Agis Tbk kembali menampar pasar saham Indonesia. Bapepam LK mengaku akan mendisiplinkan pasar. Jumat, 29 Jun 2007 11:06 WIB
detikFinance Bapepam Setuju Penundaan Pembayaran Saham Agis Bapepam merestui keputusan BEJ dan KPEI yang menunda pembayaran saham PT Agis Tbk selama dua minggu karena ada transaksi yang tidak wajar. Jumat, 29 Jun 2007 10:52 WIB
detikFinance 2 Pekan Tak Selesai, Kisruh Agis akan Dibawa ke Bapepam Anggota Bursa (AB) yang gagal melakukan pembayaran (settlement) transaksi saham AGIS akan diseret ke Bapepam. Kamis, 28 Jun 2007 19:33 WIB
detikFinance Menkeu Bekukan Izin Akuntan Ikah Moeslimah Menkeu membekukan izin akuntan publik Ikah Moeslimah, setelah yang bersangkutan dinilai melanggar aturan saat mengaudit PT Myoh Technology Tbk. Kamis, 28 Jun 2007 18:21 WIB
detikFinance BEJ Periksa Semua Yang Terlibat Kisruh Saham Agis Otoritas BEJ menegaskan akan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam transaksi saham PT Agis Tbk, baik manajemen, broker maupun investor. Kamis, 28 Jun 2007 17:25 WIB
detikFinance BEJ: Investor Jangan Panik Otoritas BEJ memastikan tetap akan membayar transaksi saham PT Agis Tbk yang dilakukan oleh investor riil. "Jangan panik," kata Dirut BEJ. Kamis, 28 Jun 2007 15:37 WIB
detikFinance Ratusan Miliar Dana Investor Nyangkut di Saham Agis KPEI menunda pembayaran transaksi saham perusahaan elektronik PT Agis Tbk. Ratusan miliar rupiah dana investor nyangkut. Ada apa? Kamis, 28 Jun 2007 15:18 WIB
detikFinance BEJ-BES Tunjuk Konsultan SDM BEJ dan BES menunjuk Daya Dimensi Indonesia (DDI) sebagai konsultan SDM untuk pelaksanaan merger kedua bursa. Selasa, 26 Jun 2007 14:31 WIB
detikFinance Calon Penerbit ETF Belum Dapat Izin Bapepam Bapepam belum kunjung memberikan izin kepada MI yang akan menerbitkan Exchange Traded Fund (ETF) atau reksa dana yang dapat diperdagangkan di bursa. Selasa, 26 Jun 2007 12:09 WIB
detikFinance Bapepam AS Rilis Emiten yang Terkait Negara Sponsor Teroris Badan Pengawas Pasar Modal AS merilis nama-nama perusahaan publik yang berhubungan dengan 'negara sponsor teroris'. Selasa, 26 Jun 2007 11:52 WIB