"Saya bingung. Sebelum saya memasukkan ke kantong, tak ada yang berani menyentuh jenazah. Tapi begitu baru saja usai saya bungkus, mereka berebut," kata Edward.
Indonesia kini kembali dirundung duka, pasalnya banjir yang menjadi bencana tahunan ini mengepung beberapa daerah di Indonesia. Banjir terparah tahun ini terjadi di Jakarta yang merendam ribuan rumah warga termasuk jalan protokol.
Diguyur hujan selama 3 jam, 20 titik di Kota Bandar Lampung mengalami banjir dengan ketinggian 1 sampai 2 meter. Banjir tersebut juga mengakibatkan 3 orang meninggal.
Sebanyak 11 balita korban banjir berhasil dievakuasi di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Sayangnya, dari 11 balita yang berhasil dievakuasi, 1 bayi meninggal akibat demam dan diare.
Ketinggian banjir di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai surut. Bantuan terus disalurkan para prajurit TNI dan sejumlah komunitas. Namun korban terlalu banyak, banjir mereka pun sempat rebutan bantuan.
Seratusan warga Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, korban banjir mengungsi di Masjid Nurul Mubin di Jl Raya Pluit, Muara Baru, Jakarta Utara. Mereka sudah tinggal di lantai dua masjid sejak Jumat (18/1) lalu.
Sejumlah pengungsi di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai menderita sejumlah penyakit khas yang diakibatkan banjir. Posko TNI yang menyediakan layanan klinik, menjadi tujuan mereka untuk berobat.
Sejumlah kader Partai Demokrat mendirikan lagi sebuah tenda posko bantuan di Lodan, Pademangan, Jakarta Utara. Alasannya, warga korban banjir di sana belum mendapatkan bantuan logistik bahan makanan dan obat-obatan.