Sri Mulyani mengatakan perkembangan ekonomi di tahun 2019 masih akan dihadapkan ketidakpastian global yang berasal dari kebijakan moneter Amerika Serikat.
"Pola ekonomi dunia memang didasarkan kuatnya ekonomi AS, sementara negara-negara lain mengalami perlambatan, ini kenapa dolar AS kuat dan yang lain lemah,"
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa pelebaran prediksi nilai tukar ini dikarenakan ketidakpastian global yang semakin tidak menentu.
Momentum pelukan Jokowi-Prabowo menjadi contoh keakuran pemimpin. Karena itu, timses dan para pendukung masing-masing capres tak perlu lagi terpancing emosi.