Hakim ad hoc Pengadilan Negeri (PN) Medan, Merry Purba, ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap untuk mempengaruhi putusan suatu perkara.
Sukarno menyebut mereka yang mengkritiknya soal pembangunan infrastruktur untuk Asian Games 1962 sebagai berwawasan picik dengan mentalitas warung kelontong.