Nasi kebuli merupakan salah satu hidangan dengan pengaruh Arab. Bumbunya memakai banyak rempah. Ada aroma wangi dari kapulaga, cengkih, jintan, kayu manis dan minyak samin. Tambahan potongan daging menambah kenikmatan nasi kebuli untuk santap siang.
Indonesia terkenal akan keanekaragaman kulinernya. Pengaruh dari India, Belanda hingga Portugis ikut memberi warna pada hidangan Nusantara. Kini chef muda pun semakin banyak yang tertarik mengangkat warisan kuliner sebagai bentuk pelestarian.
Melbourne dikenal sebagai salah satu kota paling multikultur di planet Bumi. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan semangat keberagaman budaya, digelar kelas memasak agar warga bisa belajar dan menghargai budaya lain.
Pecak dan gecok gabus jadi andalan rumah makan ini. Sang pemiliknya melestarikan resep keluarganya dalam sederetan menu enak. Sentuhan rasa cina peranakan dan Betawi menjadi aksennya. Semuanya sedap karena diracik sepenuh hati!
Nasi bisa jadi pilihan untuk menghangatkan badan siang ini. Apalagi nasi dengan bumbu dan lauk yang pedas berempah. Dinikmati selagi hangat, dijamin bikin kenyang dan ketagihan.
Kota besar menawarkan tempat wisata kuliner yang beragam untuk wisatawan. Semakin kota itu multikultural, semakin besar kemungkinannya mendapatkan makanan halal untuk wisatawan Muslim. New York City di AS adalah buktinya.
Pada awalnya, kemungkinan mendapatkan makanan halal di kota sebesar New York City akan sulit. Sama seperti di Amsterdam, Paris atau Tokyo yang tidak mudah mendapatkan halal food.
Hari raya Idul Adha akan dirayakan umat muslim pada tanggal 5 Oktober nanti. Bingung mengolah daging kambing? Ekspedisi Warisan Kuliner Nusantara Bango berbagi info beragam sajian tradisional daging kambing legendaris.
Makan siang rasanya paling pas dengan menu Indonesia. Sepiring nasi goreng yang mengenyangkan, serta secangkir kopi agar mata tetap jreng sampai sorepun jadi pesanan. Namun kali ini lokasinya di 'pasar' ber-AC, sehingga tak perlu kegerahan!