Kenaikan harga elpigi 12 kg yang terjadi beberapa hari terakhir tidak berimbas pada pengusaha tahu di Banyuwangi. Pengusaha tahu kecil menengah di Kecamatan Gambiran selama 17 tahun tetap setia memakai sekam sebagai bahan bakar.
Kenaikan harga gas elpiji 12 kg di sejumlah daerah semakin tidak terkendali. Di tingkat pedagang eceran harga elpiji 12 kg sudah menembus angka Rp 145 ribu. Situasi ini membuat masyarakat beralih ke tabung gas ukuran 3 kg yang justru langka.
Keputusan Pertamina menaikkan harga elpiji jelang pemilu bukan hanya menuai kecaman publik tapi juga politisi di negeri ini. Bahkan dengan dalih demi kepenetingan rakyat elite politik ramai-ramai mengecam kenaikan harga gas elpiji.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut kenaikan harga elpiji 12 Kg atas rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK dalam datanya menyebut Pertamina telah merugi Rp 7,7 triliun.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku salah atas kekisruhan yang terjadi terkait kenaikan harga elpiji 12 kg. Menurutnya hal itu disebabkan karena kurang koordinasi antara perusahaan dengan pemerintah saat menetapkan kebijakan itu.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku salah atas apa yang terjadi terkait kenaikan harga gas elpiji 12 kg. Pemerintah akan mengkaji ulang kenaikan harga ini.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberi waktu kepada Pertamina dan Kementerian terkait untuk berkoordinasi dalam menentukan kenaikan harga elpiji 12 kg.