Nazaruddin mengungkap Anas Urbaningrum terpilih jadi ketua umum Partai Demokrat karena money politics. Saat hari H kongres digelontorkan US$ 11 juta untuk pemenangan Anas.
BNN menangkap 6 tersangka jaringan pengedar ekstasi skala internasional di perumahan elit di Jl Mutiara Golf No. 22, Sentul City, Cluster Bukit Golf Hijau, Kabupaten Bogor. Petugas mengamankan sebanyak 250 ribu pil ekstasi impor dari Belanda.
PD tak mau lagi dianggap melindungi M Nazaruddin yang menjadi buronan interpol terkait kasus suap Kemenpora. PD melepaskan sepenuhnya kasus Nazaruddin kepada proses penegakan hukum.
Citra Partai Demokrat tergerus kasus Nazaruddin. Ketua PD menyerukan pembersihan kader, membedakan yang mana 'kader aset' dan yang mana 'kader bermasalah'.
SBY memberikan tugas kepada Ketua Umum PD Anas Urbaningrum untuk membereskan prahara di tubuh partai itu. Anas diduga punya banyak 'dosa' sehingga diprediksi bakal gagal melaksanakan tugas.
Kemenkum HAM berkoordinasi dengan sejumlah negara untuk melacak keberadaan Nazaruddin. Patrialis Akbar mengatakan melobi semua negara untuk bisa memulangkan Nazaruddin.
Pencarian terhadap tersangka kasus cek perjalanan, Nunun Nurbaetie masih terus dilakukan. Sayangnya, pencarian berbulan-bulan oleh KPK belum juga dapat menemukannya.
Mabes Polri terus berkoordinasi dengan Interpol untuk melacak keberadaan Nazaruddin. Mabes Polri juga mengaku sudah tahu keberadaan mantan bendahara umum Partai Demokrat ini.