Calon Presiden Prabowo Subijanto dan Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri Rakornas Partai Pemuda Indonesia (PPI). Walau belum menjadi keputusan, sejumlah tokoh akan dijadikan ikon capres dari PPI, termasuk kedua tokoh itu.
Pasangan SBY-JK masih menempati posisi paling tinggi sebagai pasangan capres-cawapres. Posisi SBY-JK ini bisa tergeser jika Megawati bersanding dengan Sri Sultan HB X.
Popularitas SBY masih tak tertandingi oleh capres lain. Sebagaimana survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), hasil survei LP3ES juga menobatkan SBY sebagai capres yang paling banyak dipilih.
Kabar buruk bagi tim sukses Megawati dan bakal capes lainnya. Kecenderungan rakyat memilih mereka dalam Pilpres 2009, sangat jauh tertinggal bila dibandingkan kecenderungan memilih kembali Presiden SBY.
Tahun 2009, jadwal kegiatan Sri Sultan HB X kian bertambah padat. Selain harus menjalankan tugas sebagai Gubernur DIY, dia juga harus berkunjung ke berbagai daerah untuk memperkenalkan diri sebagai salah satu calon presiden.
5 Orang melakukan Topo Broto Ngandoro, yaitu berjalan kaki dari DIY-Jakarta. Hal ini untuk mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai capres.
Tim sukses Sri Sultan HB X terus bekerja keras. Organisasi bernama Metri Nusantara pun didirikan. Pengursus pusat organisasi ini mengkalim telah mendirikan cabangnya di 177 kabupaten di seluruh Indonesia.
Buku 'Trilogi Dosa Politik SBY-JK' dinilai merupakan bentuk kampanye negatif yang dilakukan kompetitor SBY. Boni Hargens, penulis buku tersebut membantah ia dekat dengan kompetitor terkuat SBY, PDIP.