Ia berusia lima saat itu dan ayahnya tersenyum dan Marda gembira. Semenjak itu mereka gemar saling melempar tanya tentang apapun yang terlintas di sekitarnya.
Luna Watfa sebelumnya dipenjara oleh dinas rahasia Suriah atas perjuangannya mengungkap ketidakadilan. Kini Luna menemukan keadilan lewat persidangan di Jerman.