Pemerintah Indonesia hari ini mulai mengoperasikan rumah sakit darurat di Satungal, Nepal. Rumah sakit dengan nama Indonesia Peduli Nepal ini langsung diresmikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh merangkap Nepal, Iwan Winata Atmaja.
Sebuah rumah sakit darurat berupa tenda berdiri di tanah lapang seluas 96 meter persegi di Satungal, Nepal. Rumah sakit itu adalah bantuan dari Tim Indonesia Peduli Nepal.
Lembaga kemanusiaan menyebutkan ancaman penyebaran penyakit menular di Nepal terjadi pasca gempa. Lokasi pengungsian yang kurang, air yang tercemar dan sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan penyakit kolera, disentri dan penyakit lain.
Tim Indonesia Peduli Nepal telah selesai mendirikan 4 tenda yang diperuntukan rumah sakit darurat. Peresmian rumah sakit di Satungal itu dilakukan oleh Duta Besar RI untuk India Iwan Wiranataadmadja.
Tentara Nepal turut membantu berdirinya rumah sakit darurat berupa tenda. Namun 12 Anggota militer itu hanya 9 orang yang merupakan pria, 3 lainnya adalah wanita dengan paras khas wanita Asia Selatan.
Kakek berusia 101 tahun yang selamat dari gempa bumi Nepal ternyata juga menjadi korban gempa dahsyat sekitar 80 tahun lalu. Saat itu, sang kakek juga berhasil selamat.
Tim Indonesia Peduli Nepal berhasil mendirikan rumah sakit darurat di Satungal, Nepal. Di sela-sela menyusun dan menempatkan peralatan serta perlengkapan rumah sakit, 10 anggota Nepal Armed Police membantu mengibarkan Merah Putih.
Sejak tiba pada Sabtu (2/5) dini hari, Tim Indonesia Peduli Nepal baru mendapatkan lokasi untuk membangun rumah sakit darurat berupa tenda pada hari Senin (4/5) karena banyaknya bantuan negara sahabat. Tim mendapatkan lokasi setelah berinisiatif mencarinya sendiri dan mengajukannya ke Pemerintah Nepal.