detikNews BIN Ketemu TPF Munir Kamis BIN akan bertemu dengan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir pada Kamis (23/3/2005). BIN siap diperiksa terkait kasus kematian Munir. Rabu, 23 Mar 2005 17:54 WIB
detikNews Pasukan Suriah Mulai Berkemas Mundur dari Libanon Pasukan Suriah yang ditempatkan di Libanon mulai berkemas untuk mundur. Hal itu dilakukan menyusul kesepakatan presiden kedua negara. Selasa, 08 Mar 2005 07:30 WIB
detikNews Pengacara Polly Kecewa Tak Boleh Ikut Rapat DPR Kasus Munir Suhardi selaku pengacara Polly kecewa tidak boleh mendampingi kliennya dalam rapat Tim DPR kasus Munir DPR. Polly disebut- sebut terkait kasus Munir. Senin, 07 Mar 2005 21:21 WIB
detikNews Ricuh Kecil Sempat Terjadi di Arena Sidang Ba'asyir Kericuhan kecil sempat terjadi di arena sidang Ba'asyir. Gara-garanya, istri Ba'asyir, Ny Aisyah Baradja, tidak bisa duduk di barisan paling depan. Kamis, 03 Mar 2005 10:52 WIB
detikNews Revisi UU Pertanan, TNI-Polri di Bawah Koordinasi Menkopolhukam Pemerintah akan mengajukan revisi UU Hankam kepada DPR pada 2 bulan mendatang. Dalam UU tersebut, TNI-Polri di bawah Menkopolhukam. Selasa, 15 Feb 2005 12:32 WIB
detikNews Pemimpin Dunia Kecam Bom Beirut, Suriah Dicurigai Para pemimpin dunia mengecam peledakan bom di Beirut yang menewaskan mantan Perdana Menteri Libanon Rafiq Hariri. Suriah dicurigai terlibat. Selasa, 15 Feb 2005 11:25 WIB
detikNews Tiga Kemungkinan Motif Pembunuhan Istri Direktur BIN Polri masih belum bisa menetapkan motif pembunuhan istri Direktur BIN Abdurrahman Pellu, Ny Barkah Hani. Ada tiga kemungkinan motif pembunuhan. Senin, 14 Feb 2005 18:28 WIB
detikNews BIN: Asing Punya Kepentingan di Luar Misi Kemanusiaan Kepala BIN Syamsir Siregar menyatakan, kehadiran pihak asing di Aceh pasti memiliki kepentingan tertentu selain misi kemanusiaan. Kamis, 20 Jan 2005 21:14 WIB
detikNews AS Lakukan Misi Rahasia di Iran AS diberitakan telah melakukan misi pengintaian rahasia di Iran untuk membantu mengidentifikasi potensial target-target nuklir, kimia dan rudal. Senin, 17 Jan 2005 11:16 WIB
detikNews AS Hentikan Pencarian Senjata Pemusnah Massal di Irak Amerika Serikat menghentikan program pencarian senjata pemusnah massal di Irak. Dan tak satupun senjata berbahaya yang berhasil ditemukan. Kamis, 13 Jan 2005 07:45 WIB