Samsudin Simbolon (50) hidup bergelimang harta berkat bisnis miras oplosan. Namun kini dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena 45 orang tewas.
Wakapolri Komjen Syafruddin meminta polisi di daerah agresif berantas peredaran miras oplosan. Ia mensinyalir penjualan miras masih terjadi di sejumlah daerah.
Polisi memastikan big bos miras maut di Cicalengka tak berkaitan dengan pemilik pabrik miras di DKI Jakarta dan Kalimantan. Namun, mereka saling kenal.
Samsudin Simbolon sudah 2 tahun produksi miras racikan di bunker rumah mewahnya. Usahanya tidak terendus dan lancar sampai 45 orang tewas tenggak mirasnya.
Polisi belum bisa memastikan harta kekayaan big bos minuman keras maut Samsudin Simbolon bersumber dari bisnis miras. Polisi masih akan mengembangkannya.