Pemerintah buka suara di tengah gejolak nilai tukar dolar Amerika Serikat yang tembus Rp 18.000 dan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan ke level 5.839.
"Kalau dari saya sih enggak ada (tidak ada intervensi). Yang penting saya jelaskan bahwa kondisi ekonomi kita bagus dan akan membaik terus," kata Purbaya.