Meski presidennya mengingkari peristiwa Holocaust, warga Iran antusias menyimak informasi seputar peristiwa pembantaian 6 juta orang Yahudi pada Perang Dunia II itu.
Pemerintahan muslim Iran meminta para ISP di negaranya agar membatasi koneksi Internet menjadi 128 Kbps, dengan alasan demi menghindari invasi kebudayaan barat.
PM Israel Ehud Olmert secara tidak sengaja mengakui Israel memiliki senjata nuklir. Pengakuan ini memicu reaksi keras dari negara-negara Arab dan Iran.