Kebijakan antiteror di Indonesia menggunakan perspektif radikalisme, sementara penelitian menunjukkan radikalisme bukan faktor utama penyebab terorisme.
Rasa adil kepada segenap warga warga, tanpa membedakan jenis kelamin, ras, agama, dan kewarganegaraan, dipandang sangat fundamental oleh Nabi Muhammad SAW.
Nabi dan para sahabatnya tak pernah ragu untuk bekerjasama dan bertoleransi dengan orang-orang non Islam karena dasarnya di dalam Al-Qur'an begitu banyak
PBNU mengatakan sejak awal Masjid Istiqlal dibangun dengan mengusung semangat kemerdekaan dan kerukunan. Bahkan, menurutnya, Istiqlal dirancang oleh nonmmuslim.