Kapal tongkang bermuatan batu terdampar di pesisir pantai Cipatuguran, Palabuanratu. Hingga saat ini Anak Buah Kapal (ABK) kebingungan mengevakuasi kapal.
Lutya mengaku sedih tidak terkira. Selama dua tahun dia kehilangan anak pertama dan suaminya Tohani yang hilang saat kapalnya tenggelam di perairan Masalima.