Uji coba nuklir Korut menuai kecaman dunia internasional. Presiden AS Barack Obama bahkan membahas hal itu secara khusus dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak dan PM Jepang Taro Aso.
Hubungan AS dan Korut terus memburuk. Korut menyebut tak ada yang berubah dari kebijakan pemerintahan Barack Obama terhadap Korut. Karena itu Korut pun siap menghadapi setiap serangan AS.
Di tengah tekanan dunia internasional, Korut justru kembali melakukan uji coba nuklir. Korut bahkan mengancam akan terus melakukan uji coba nuklir jika AS terus mengintimidasi negeri komunis itu.
Presiden AS Barack Obama mengecam uji coba nuklir yang baru saja dilakukan Korea Utara (Korut). Dicetuskan Obama, tindakan Korut itu merupakan ancaman bagi perdamaian internasional.
Dialog nuklir antara AS dan negara-negara lainnya dengan Korut hingga saat ini masih mandek. Menurut Menlu AS Hillary Clinton, AS dan negara lainnya harus bersabar dengan Korut.
Korea Utara meminta dukungan Indonesia terkait peluncuran roketnya yang banyak dikecam sejumlah negara termasuk Amerika Serikat (AS). Korut mengakui memperkuat persenjataan nuklirnya. Namun hal itu untuk membela diri.
Setelah bersidang selama tiga jam, sidang tertutup Dewan Keamanan PBB menemui kebuntuan. DK PBB belum mencapai kata sepakat mengenai respons internasional atas peluncuran roket Korut.
Meski ditentang AS dan sekutunya, Korut benar-benar meluncurkan roketnya. Presiden AS Barack Obama mengecam aksi Korut tersebut. Obama menyerukan adanya respons internasional.