detikNews
Akar Permasalahan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia
Sayangnya, baik pemerintah Indonesia dan Malaysia kurang menghargai jasa dan kontribusi mereka. Status buruh migrant atau para TKI masih dianggap rendah, atau bahkan secara ekstrim dikatakan sebagai budak (Slaver/Maid).
Kamis, 21 Jan 2010 18:12 WIB







































