Teka-teki pemuda yang menghamili RD alias AD sedikit terkuak. Bapak dari bayi yang lahir dari kandungan siswi SMAN 12 Surabaya itu diduga kuat adalah R. Sebelum digauli, dia mengaku dicekoki menuman hingga tak sadar.
Polisi terus mendalami kasus pembunuhan bayi yang melibatkan remaja berusia 15 tahun. Setelah mengetahui siapa yang melahirkan bayi laki-laki yang dibuang di toilet di SMA 12, kini mencari pria yang menghamili RD alias AD.
Perbuatan yang dilakukan RD alias AD (15) dengan membuang dan membunuh bayi laki-laki yang dilahirnya dianggap sebagai aib dan mempermalukan SMA 12, Surabaya. Namun pihak sekolah belum memberikan sanksi.
Keluarga menyatakan RD alias AD (15) tidak mempunyai pacar. Tapi menurut informasi lain, siswi kelas X SMA 12 Surabaya itu disebut-sebut smemiliki pacar sejak masih duduk di sekolah dasar (SD).
Dinas Pendidikan Surabaya menyerahkan kasus RD alias AD (15) siswa SMA 12 yang membuang dan membunuh bayi laki-lakinya kepada kepolisian. Namun mereka tetap akan memperhatikan pendidikan RD setelah menjalani hukuman.
"Dari penuturan guru-gurunya dan juga teman-temannya, RD selalu mengurai rambutnya yang lumayan panjang. Rambutnya itu selalu diurai ke bagian depan," ungkap Masduki Toha, anggota DPRD Surabaya yang mengunjungi SMAN 12.
Memang cukup mengejutkan. Meski hamil, namun RD alias AD (15) tetap mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) dan tetap sekolah seperti biasanya di SMAN 12 Surabaya tanpa ada yang mengetahuinya.
Motivasi di balik pembunuhan bayi di SMAN 12 yang dilakukan RD alias AD bisa beragam. Motivasi ini harus diselidiki untuk menentukan proses hukum yang akan dikenakan pada pelaku pembunuhan.
Polisi masih menyangsikan apabila bayi yang dibunuh siswi kelas X SMAN 12 itu lahir prematur. Sebab usia kehamilan RD alias AD hingga melahirkan, masih dalam penyelidikan.