Pasca pendaftaran kandidat pasangan Capres-Cawapres, ruang publik masih disesaki dengan pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengganggu kenyamanan publik.
Yusril Ihza Mahendra merasa Partai Gerindra, PKS, dan PAN tak bersimpati kepadanya. Partai pendukung pencapresan Prabowo itu dinilainya ingin PBB berakhir.
Yusril menyatakan Koalisi Keummatan hanyalah fatamorgana. Yusril juga menyebut Prabowo menyampaikan fitnah bahwa dirinya tak bisa dihubungi untuk biara koalisi.
Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno kian santer diisukan menjadi cawapres Prabowo Subianto. Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menegaskan duet tentara-ulama harga mati
"Kami belum menentukan sikap apa-apa. Seperti saya katakan kemarin, koalisi itu harus jelas negosiasinya, harus jelas deal dan kesepakatannya," kata Yusril.