Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan ketidakpastian global masih tinggi akibat kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump.
China mengambil sikap tegas atas tarif dagang 104% yang diberikan Donald Trump. China pun membalasnya dengan mengenakan tarif sebesar 84% pada produk AS.
Indonesia berpotensi terkena tarif tinggi dari Amerika Serikat (AS). Hal ini disebabkan karena Indonesia berkontribusi memberi defisit perdagangan untuk AS.