IHSG kembali anjlok 13,526 poin pada level 1.100,299. Penurunan indeks lebih disebabkan karena melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp 10.000 per dolar AS.
Bursa Efek Jakarta (BEJ) mengharapkan alokasi dana reksa dana yang bermain di saham meningkat menjadi 5-10 persen pada tahun 2005 sehubungan dengan mulai meningkatnya transaksi saham.