Kita sebenarnya bisa punya energi sebesar apapun, untuk keperluan apapun. Penggeraknya ada di otak kita. Pikiran kita mengendalikan produksi energi kita.
Perusahaan membayar ganti kerugian lingkungan hidup sebesar Rp 590,5 miliar. Perusahaan itu dinyatakan merusak lingkungan karena membakar hutan kurun 2015 silam