Menhan Ryamizard Ryacudu meminta tewasnya sembilan orang saat rusuh 21-22 Mei diusut. Menurutnya harus diketahui bagaimana dan siapa yang membunuh korban.
Muncul desakan agar pemerintah membentuk TGPF mengenai kerusuhan 21-22 Mei. Kapolri memilih lembaganya menggandeng Komnas HAM dibanding pembentukan TGPF.
Kedatangan penghuni asrama Brimob untuk mengadu perihal lingkungan kediaman mereka diserang perusuh hingga mobil mereka dirusak dan dibakar pada 22 Mei 2019.