Korps Garda Revolusi Iran menggelar latihan perang di perairan Teluk. Latihan perang ini memberi 'pesan' untuk kapal-kapal perang AS di kawasan tersebut.
AS mengungkapkan bahwa Suriah, di bawah kepemimpinan baru, akan membantu Washington dalam mengkonfrontasi Iran dan Hizbullah, yang dulu menjadi sekutunya.
AS menuduh Iran menyusun rencana untuk membunuh Dubes Israel di Meksiko sejak akhir tahun lalu. Washington mengklaim rencana pembunuhan itu berhasil digagalkan.
Dubes Iran untuk PBB menyatakan AS "menghancurkan diplomasi" dengan menyerang situs nuklir Iran. Sementara Trump mengatakan terbuka terhadap perubahan rezim.
AS mendeportasi sekitar 120 warga Iran kembali ke negaranya. Deportasi tersebut sebagai bagian dari kesepakatan yang tercapai antara Washington dan Teheran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa "Iran berada dalam masalah besar" seiring aksi-aksi protes anti-pemerintah yang melanda negara itu.