AS mengumumkan rencana menjual 30-50 juta barel minyak Venezuela. Pemimpin Venezuela menegaskan negaranya dikendalikan pemerintah sendiri, bukan "agen asing".
Invasi AS ke Venezuela dibungkus isu terorisme, tetapi berakar pada perebutan minyak, unilateralisme, dan runtuhnya kedaulatan serta hukum internasional.
Seorang trader disebut meraup keuntungan US$ 410.000 atau sekitar Rp 6,86 miliar (asumsi kurs Rp 16.752) berkat menang taruhan atas penggulingan Nicolas Maduro.
Saham perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada Senin (5/1) karena optimisme investor tentang akses ke cadangan minyak Venezuela.