Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Jawa Timur melakukan pengawasan terhadap harga obat-obatan baik generik maupun hak paten yang dijual apotek. Hasilnya, dari 900 apotek di Jatim tidak ditemukan pelanggaran.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Jawa Timur meminta masyarakat ikut mengawasi persaingan harga obat di apotek. Hal itu dilakukan agar tidak merugikan masyarakat dan tetap menjaga persaingan sehat penjualan obat antar apotek.
BBPOM Jateng memperingatkan kepada para pengelola apotik dan toko obat tentang adanya temuan pemalsuan obat-obatan keras. Pemalsuan dilakukan justru terhadap obat-obatan yang masuk daftar G, yang harus dibeli dengan resep dokter.