Kekayaan bawah laut Indonesia ternyata tidak hanya didapat dari sektor perikanan atau investasi pulau. Harta karun bawah laut Indonesia ternyata jumlahnya cukup banyak.
Keberadaan Kapal Flor de la Mar asal Portugis masih misterius. Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang memastikan titik lokasi tenggelamnya kapal tersebut.
KKP sempat menghentikan sementara (moratorium) penerbitan izin pengankatan kapal berharta karun selama 3 tahun, dari 2011-2014. Pencurian banyak terjadi.
"Dari laporan Tiongkok, ada 3.000 kapal yang tercatat berlayar dan tidak pernah kembali. Diduga tenggelam di Jalur Sutera Maritim, atau masuk wilayah perairan Indonesia."
Pemerintah akan mengangkat kapal karam dari Dinasti Ming bermuatan aneka harta di Perairan Bintan, Batam, Kepulauan Riau. Bagaimana nasib harta karunnya nanti?