Tak salah jika pilihan jatuh ke Manokwari sebagai Ibukota Provinsi Papua Barat. Sebagai kota pelabuhan di Teluk Doreri, Manokwari menyimpan begitu banyak cerita.
Tak sengaja sepulang kami dari Bandara Rendani, kami melewati sebuah pasar di dekat sebuah pelabuhan nelayan. Pasar tradisional bernama Pasar Sanggeng. Kamipun memutuskan untuk singgah melihat-lihat pasar yang menjual beraneka kebutuhan sehari-hari; beras, sagu, sayuran, buah-buahan, ikan, pakaian dan beberapa kebutuhan sekunder.
Adalah Ottow dan Geissler, dua orang Missionaris asal Eropa yang pertama kali membawa ajaran Injil ke Tanah Papua. Pada April 1854 mereka berangkat ke Ternate untuk berkordinasi dengan Sultan Tidore dan meminta surat jalan menuju Tanah Papua, tanah yang mereka impikan. Dari sinilah perjalanan mereka dimulai.
Pegunungan Arfak menyimpan begitu banyak pesona. Mulai dari panorama alamnya yang menakjubkan, keramahtamahan masyarakatnya, hingga pola dan bentuk perkampungan dan bangunannya.
Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan bersiap-siap. Setelah berkemas dan menyantap sarapan abon gulung yang disediakan hotel, kamipun segera bergegas. Ada tempat eksotis yang akan kami kunjungi, Pegunungan Arfak dan Danau Gigi.