detikFinance Neraca Pembayaran RI Membaik Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2005 diperkirakan membaik seiring membaiknya kinerja modal. Senin, 16 Mei 2005 13:14 WIB
detikFinance Cadangan Devisa RI Turun US$ 564,4 Juta Posisi cadangan devisa pada minggu pertama bulan Mei 2005 turun US$ 564,4 juta ke posisi US$ 35,86 miliar dari posisi minggu sebelumnya. Kamis, 12 Mei 2005 16:45 WIB
detikFinance Bayar Utang LN, Cadangan Devisa Turun US$ 895,9 Juta Posisi cadangan devisa pada minggu keempat bulan April 2005 turun US$ 895,9 juta ke posisi US$ 36,43 miliar dari posisi minggu sebelumnya. Sabtu, 07 Mei 2005 10:28 WIB
detikFinance BI: Investasi Tumbuh 16-16,5% Bank Indonesia memperkirakan pada triwulan I-2005 ini peran investasi pada pertumbuhan ekonomi makin meningkat yakni mencapai 16-16,5 persen. Senin, 02 Mei 2005 11:17 WIB
detikFinance Pemerintah Masih Kaji Soal Repatriasi Dana Eksportir Pemerintah saat ini sedang mengkaji untung ruginya menjalankan program repatriasi dana eksportir untuk membantu penguatan Rupiah. Jumat, 29 Apr 2005 15:29 WIB
detikFinance Tak Ada Alasan Rupiah Melemah Presiden SBY menegaskan, saat ini tidak ada alasan apapun yang menyebabkan Rupiah melemah. Alasannya, kondisi makro dan fundamental ekonomi RI kuat. Kamis, 28 Apr 2005 14:05 WIB
detikFinance Pemerintah Larang Pertamina Beli Dolar AS di Pasar Pemerintah melarang Pertamina membeli Dolar AS di pasar untuk membayar impor minyak. Kebutuhan Dolar AS Pertamina akan disuplai oleh BI. Agar Rupiah stabil. Rabu, 27 Apr 2005 19:44 WIB
detikFinance SBY Minta Pelaku Pasar Tak Panik Presiden SBY sidak ke BEJ, dan meminta pelaku pasar tidak panik, terutama setelah melemahnya Rupiah dengan tajam. Rabu, 27 Apr 2005 17:04 WIB
detikFinance Pertamina Sebaiknya Boleh Ambil Devisa Untuk Impor Minyak Pertamina sebaiknya dapat jatah devisa dari migas untuk impor minyak, untuk mencegah anjloknya Rupiah akibat tingginya kebutuhan dolar Pertamina. Rabu, 27 Apr 2005 11:29 WIB
detikFinance Cadangan Devisa Naik US$ 1,37 M Posisi cadangan devisa pada tanggal 21 April 2005 mencapai US$ 37,32 miliar atau naik US$ 1,37 miliar dari posisi tanggal 15 April 2005. Rabu, 27 Apr 2005 10:24 WIB