Memahami dan kerendahan hati adalah sangat penting. Kita harus saling berdialog, saling mendengarkan dan sangat penting untuk saling menerima satu sama lain.
Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) Benjamin Ketang mengaku sudah memahami merayakan HUT Israel melanggar UUD 1945. Lalu mengapa nekat menggelar acara?
Yahudi. Bila kata itu ditanyakan pada muslim atau nasrani, seringkali ditanggapi dengan geram. Yahudi memang diidentikkan dengan Israel yang menjajah Palestina. Tapi harus dibedakan antara Yahudi dengan Israel.
Komunitas Yahudi di Indonesia mengaku sama sekali tidak terkait dengan perayaan HUT Israel di sebuah hotel di Puncak, Bogor. Apa yang dikatakan oleh Benjamin Ketang soal kehadiran Rabbi Yaakov Baruch adalah fitnah belaka.
Indonesia-Israel Public Affairs Committee (IIPAC) memiliki anggota 4.850 orang. Selama ini mereka memilih melakukan ibadah Yahudi secara sembunyi-sembunyi. Mereka takut jadi korban pembantaian.
Mabes Polri telah menolak memberi izin acara perayaan kemerdekaan Israel. Tapi anggota Komunitas Yahudi tetap menggelar acara itu dan menyanyikan lagu kebangsaan Israel, Hatikva. Polisi akan memeriksa mereka.
Komunitas Pecinta Israel tengah menunggu izin perayaan HUT Israel dari kepolisian. Dipublikasikannya perayaan HUT Israel yang biasanya digelar tertutup memunculkan kesan 'test the water'.
Gara-gara belum mengantongi izin dari Kepolisian, Ketua Panitia Perayaan Hari Kemerdekaan Israel, Unggun Dahana (48), akhirnya menunda acara perayaan HUT Israel pada 14 Mei 2011. Acara itu ditunda hingga izin kepolisian keluar.