Puluhan awak bus antar kota antar provinsi (AKAP) kembali melakukan aksi penolakan keberadaan Terminal Oso Wilangun (TOW). Mereka mendatangi gedung Balaikota Surabaya dan menemui Walikota Tri Rismaharini.
Bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW) sudah mulai beroperasi. Rasa kasihan penumpang alasan para sopir bus AKDP menjalankan kendaraannya, meski TOW masih berkonflik.
Tanpa mempedulikan keluhan para penumpang, para sopir bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) tetap melanjutkan aksi mogoknya di Terminal Tambak oso Wilangon (TOW). Aksi mogok ini sudah seminggu lamanya.
Puluhan sopir bus AKAP jalur pantura menagih janji anggota DPRD Surabaya terkait pembangunan Terminal Oso Wilangun (TOW). Mereka pernah dijanjikan saat pertemuan dengan para sopir sebelum perpindahan lajur direalisasikan.
Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Edi tidak memenuhi panggilan polisi terkait gratifikasi pengelolaan ponten. Sebab masih ada konflik awak bus yang menolak masuk Terminal Osos Wilangun (TOW) sebelum diperbaiki.
Puluhan awak bus antar kota antar provinsi (AKAP) demo ke kantor DPRD Kota Surabaya. Mereka meminta anggota dewan, untuk mendukung tidak kembali masuk ke Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW).
Pemindahan jalur bus lintas utara ke Terminal Tambak Oso Wilangon (TOW) dinilai sudah tepat. Untuk pengembangan wilayah, hal itu sudah benar dan sangat perlu untuk dilakukan.