Anggota Komisi VII DPR, Satya Widya Yudha menyatakan, Jokowi perlu membenahi tata kelola gas bila ingin industri mendapatkan gas dengan harga US$ 6/MMBtu.
Menurut Pertamina, dulu industri tak mau menggunakan gas karena bahan bakar minyak (BBM) melimpah dan disubsidi. Tapi sekarang industri justru rebutan.
Menurut Chairman Ikatan Ahli Perpipaan Migas, Hendra Jaya, penyebab mahalnya gas di Sumut ialah rendahnya tingkat penggunaan pipa transmisi ruas Arun-Belawan.