Mendekati Pemilu semakin banyak muncul nama-nama tokoh yang diyakini dapat menjadi alternatif. Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait menyatakan bahwa PDIP juga memperhitungkan tokoh-tokoh tersebut.
“Ini enggak etis karena penyelenggaraan negara terhambat sama orang yang di penjara. Undang-Undang ini sangat lemah luar biasa. Bukannya bantu pemberantasan korupsi.”
Soal capres dan caleg, harusnya partai mendengar usulan dari rakyat tapi jangan melihat elektabilitas dan popularitas. Popularitas itu hal yang dapat direkayasa, tapi yang tidak dapat direkayasa adalah integritas. Model kampanye parpol masih bertumpu pada visual dengan menjual figur, bukan dengan menjual gagasan atau program konkret.
Memasuki tahun 2014 ini bangsa ini mulai disibukkan dengan hajat politik yang akan berlangsung setidaknya sepuluh bulan ke depan. Tahun 2014 ini menjadi titik krusial bagi negara dan rakyat ini untuk memastikan bahwa proses estafet kepemimpinan berjalan baik.
Gita Wirjawan tancap gas mengejar ambisi merajai konvensi capres Partai Demokrat. Kementerian Perdagangan nyaris ditinggalkan demi blusukan. Ia minta restu sesepuh yang pernah disowani Yudhoyono sampai keluar-masuk pesantren.
Selain menonton film 'Soekarno', kita bisa melakukan napak tilas Sang Proklamator dengan cara traveling ke Bengkulu. Di sana ada rumah Soekarno dan Ibu Fatmawati, masjid rancangan Bung Karno, pantai dan benteng keren.
Pemilih cenderung irasional dan kurang tertarik narasi besar. Mereka lebih suka narasi kecil dan langsung menyentuh seperti sekolah gratis, berobat gratis. Jokowi-effect menunjukkan hal ini.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memuncaki berbagai survei capres saat ini. Namanya kembali disinggung-singgung dalam seminar "Memilih Presiden yang Peduli Terhadap Pluralisme" meski topik utama seminar bukan tentang Jokowi.
DVD kaleng 'Kami Pegang Janji Jokowi' membawa pesan agar Gubernur DKI Joko Widodo memegang janji menyelesaikan masa jabatan selama lima tahun.PDIP yakin, DVD itu tak akan pengaruhi wacana pencapresan Jokowi.