Hetifah juga berharap Panja bisa turun langsung ke lapangan untuk mencari masukan. Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia menjadi sorotan Panja Perpustakaan dan Minat Baca Komisi X DPR RI. Anggota Panja Perpustakaan dan Minat Baca Hetifah Sjaifudian menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi rendahnya minat baca tersebut. Apa saja?Menurut Hetifah, Panja akan menyerap masukan beberapa pihak terkait perpustakaan. Mereka yang diundang antara lain pemangku kebijakan pendidikan, pemerintah, komunitas-komunitas yang sudah mengembangkan perpustakaan lebih bagus daripada perpustakaan daerah, pengelola perpustakaan baik dari perpustakaan desa hingga di provinsi maupun kota/kabupaten, dan lain-lain.Dari pertemuan itu, Panja akan mencari tahu seputar permasalahan perpustakaan, hingga pengalaman para pengelola perpustakaan sebagai praktisi. "Nanti kita akan ada beberapa RDP dan RDPU dengan komponen-komponen pemerhati atau orang-orang yang peduli pada masalah minat baca ini. Siapa saja yang punya kepedulian pada minat baca," kata Hetifah kepada Jurnalparlemen.com, Kamis (23/6).Hetifah juga berharap Panja bisa turun langsung ke lapangan untuk mencari masukan. "Kita harus mungkin on the spot ke sekolah. Kita bicara sama anak-anak pemakai perpustakaan, apa harapan mereka, bagaimana koleksinya, dan lain-lain, " terang Hetifah.Politisi Partai Golkar ini mengakui, meski ada Panja Perpustakaan dan Minat Baca, kerja sama antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah tetap ; diperlukan dan bukan hanya sebatas Kemdiknas dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Pemerintah daerah utamanya bisa membantu soal anggaran. Apalagi sudah ada surat edaran dari Depdagri agar Pemda mengalokasikan anggaran untuk perpustakaan."Sekarang kita buat program perpustakaan desa hanya menyediakan buku dan raknya, tapi tidak ada dana untuk pengelolanya kan? Seharusnya itu dianggarkan oleh DPRD, jadi oleh Pemda. Jadi meski sedikit ada honorarium untuk pengelola. Jadi bukunya tidak ditumpuk atau bahkan dijual oleh kepala desanya, tapi dijaga oleh orangnya. Ini harus ada kerja sama," paparnya.Hal-hal tersebut, kata Hetifah, merupakan salah satu tantangan bagi perpustakaan. "Ini yang harus kita gali dalam diskusi-diskusi Panja. Kita ingin tersusun cetak biru arah perpustakaan ini. Kita semangatlah karena ini bukan kecil. Apalagi buku itu kan kunci, jendela ilmu. Kalau kita ingin membangun anak-anak yang berwawasan luas, ya tidak cukup hanya dengan pelajaran sekolah saja, harus diberi dorongan untuk mau membaca," pungkas Hetifah.
Jumat, 24 Jun 2011 10:42 WIB