Singapura merilis peringatan soal penggunaan atau menampilkan simbol-simbol di depan umum tanpa izin resmi, terkait perang Hamas dan Israel di Jalur Gaza.
Menantang tuduhan Israel-AS, Hamas mengundang PBB untuk datang dan menyelidiki langsung rumah sakit di Gaza yang disebut-sebut menjadi pusat komandonya.
Tas serut bertulisan 'Merry HAM-MAS' memicu protes karena dianggap mirip dengan nama kelompok perlawanan Palestina Hamas. Produk tersebut akhirnya ditarik.
Konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas telah mengakibatkan korban jiwa di kedua sisi, dengan lebih dari 10.000 warga Palestina meninggal dunia.