Warga yang tinggal di sekitar wilayah Gunung Kelud, Jawa Timur, mulai dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi dan truk. Proses evakuasi dilakukan setelah terjadi erupsi Gunung Kelud.
Pos Pantau Gunung Kelud di Dusun Margomulyo sudah dalam keadaan kosong. Semua anggota Tim Pemantau Gunung Api Kelud, sudah ditarik menuju ke lokasi aman.
Gunung Kelud meletus. "Material vulkanis berupa abu, batu dan pasir disemburkan. Kemungkinan juga lava pijar," kata Kabid Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG Bandung, Gede Swastika.
Setelah status ditetapkan menjadi Awas, Gunung Kelud di Jawa Timur akhirnya meletus. Semburan asap dan material vulkanik mencapai ketinggian 3000 meter.
Skenario evakuasi warga lereng Kelud dengan menggelar simulasi, digelar Polres Kediri. Selain mengutamakan keselamatan, kegiatan ini juga difokuskan pengaturan lalu lintas dengan penutupan beberapa ruas jalan.
Gunung Kelud mulai menunjukkan karakteristiknya. Berdasarkan data di Pos Pantau Gunung Kelud Desa Sugihwaras, Ngancar, Kabupaten Kediri, pagi ini Kelud sedikit mengalami penurunan kegempaan dan masih fluktuatif.
Persiapan menghadapi berbagai macam hal terkait bencana letusan Gunung Kelud, Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar apel kesiapan relawan. Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla juga melihat lokasi pengungsian bila terjadi letusan.
Mbah Ronggo, juru kunci Gunung Kelud minta agar masyarakat di sekitar Kelud untuk tetap tenang dan tidak panik. Meski Kelud saat ini berstatus Siaga, namun ia belum menerima isyarat dari alam yang menjadi tanda-tanda Gunung Kelud akan meletus.
Tim Satlak Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kabupaten Kediri telah mendirikan 2 tenda dari 6 tenda. Rencananya tenda yang dibuat di Lapangan Segaran dan Lapangan Wates, itu digunakan dapur umum dan tenda kesehatan.