Cadangan devisa Indonesia sampai 23 Oktober 2004 tercatat sebesar US$ 34,98 miliar atau naik US$ 171,2 juta dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan ini terutama disokong oleh penerimaan hasil migas.
Rata-rata tertimbang tingkat diskonto Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jangka waktu 1 bulan hasil lelang Rabu (20/10/2004) adalah sebesar 7,41 persen atau naik lagi dari posisi lelang sebelumnya yang berada di 7,40 persen.
Posisi cadangan devisa pada tanggal 15 Oktober 2004 sebesar US$ 34,81 miliar atau naik sebesar US$ 91,90 juta dibandingkan posisi minggu sebelumnya. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh penerimaan hasil migas.
SBY sedikitnya membutuhkan tambahan dana dalam bentuk investasi sebesar Rp 200 triliun sampai Rp 300 triliun, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.
Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjara-jakti menegaskan, popularitas saja tidak cukup menjamin efektifitas pemerintahan dalam mendapatkan dukungan dari legislatif dan eksekutif.
Cadangan devisa Cina untuk Juli mencapai US$ 483 miliar atau naik US$ 12,4 miliar dari Juni 2004. Cina berada di tempat kedua sebagai negara dengan cadangan devisa terbesar kedua setelah Jepang.
Pemerintahan baru mendatang disarankan melunasi seluruh utangnya kepada IMF agar tak perlu lagi membayar bunga yang tinggi dan terus dimandori oleh IMF.
IMF tak memberikan nasihat terbaiknya saat membantu Indonesia keluar dari krisis ekonomi tahun 1997. Demikian sebuah laporan IEO yang merupakan lembaga monitoring IMF.