Untuk kebutuhan pembangkit listrik 10.000 MW, PLN membutuhkan sekitar 30 juta ton barubara. Dari kebutuhan itu, sebanyak 27 juta ton sudah dibuat kontraknya.
Selain memperoleh kredit dengan 5 bank nasional senilai Rp 5,7 triliun, PT PLN akan menandatangani perjanjian kredit dengan 2 bank lokal untuk pembiayaan 12 PLTU di Jawa dan luar Jawa senilai Rp 7,3 triliun.
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap berupa untuk mengurangi penggunaaan BBM mahalnya yakni High Speed Diesel (HSD) dengan BBM jenis Marine Fuel Oil (MFO), penghematannya bisa Rp 800 miliar.
PT Patra Niaga menargetkan pendapatan perusahaan bisa mencapai Rp 20 triliun dalam 3 tahun kedepan. Target ini melonjak 10 kali lipat dari target tahun ini yang hanya Rp 2 triliun.
PLN mengubah sistem tender Lampu Hemat Energi (LHE) dari terpusat menjadi tersebar di setiap unit wilayahnya. Mekanisme ini akan berlaku untuk LHE yang belum selesai ditender.
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta pembangunan proyek PLTU1 Suralaya Unit 8 dipercepat, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri.