Liburan lebaran kemarin saya manfaatkan untuk meninjau lapangan minyak baru di Banyu Urip, dan melakukan reparasi gigi belakang saya dengan dukungan stemcell.
Pemudik yang balik ke Jakarta dan kota lain di Pulau Jawa terus mengalir melalui Pelabuhan Merak, Banten. Dari Sabtu hingga Ahad pagi, tercatat 115.122 pemudik tiba di Pelabuhan Merak. Ahad(3/8) malam ini para pemudik diperkirakan masih akan terus berdatangan.
Armada bus feeder gratis sebanyak 3 unit yang sengaja disiapkan oleh Dishubkominfo Provinsi Banten, sepi peminat. Padahal bus tersebut ditujukan untuk melayani pemudik pejalan kaki yang turun di Terminal Terpadu Merak (TTM) ke dermaga IV dan V pelabuhan Merak.
Hingga saat ini, pemudik yang kembali dalam arus balik ke Pulau Jawa melalui jalur laut di pelabuhan Bakauheni-Merak, baru mencapai angka 45%, dari total keseluruhan pemudik yang menyeberan.
Meskipun lebaran sudah berlangsung empat hari lalu, pemudik dari Jakarta dan kota-kota besar di Pulau Jawa masih terlihat menyeberang ke Pulau Sumatera, Jumat(1/8). Mereka memilih mudik hari ini karena menghindari macet saat puncak arus mudik.
Arus balik mulai meningkat H+3 lebaran di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Pengendaraa mengantre lebih dari 4 jam untuk memasuki kapal menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur.
Pengelola Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Merak, Banten memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada Sabtu malam mendatang. Saat ini, situasi di Pelabuhan Merak masih lengang.
Tahun ini, jumlah pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi naik hampir 100%. Kondisi macet, serta rusaknya jembatan Comal di Pemalang tidak menyurutkan niat pemudik.
Untuk mengefisiensikan arus barang dari Sumatera ke Jawa, dan sebaliknya, Menko Perekonomian Chairul Tanjung punya ide membuat 'jembatan laut' di Selat Sunda. Apakah itu?