Tak seperti di negara lain, Xiaomi sempat membuka kemungkinan untuk membuka toko fisik di Indonesia. Namun melihat penjualan online Redmi 1S yang cukup kinclong, apakah ini berarti Xiaomi batal menggelar lapak?
Ledakan animo calon pembeli Xiaomi Redmi 1S menyisakan cerita minor. Apalagi kalau bukan susahnya untuk melakukan transaksi dan stok tiba-tiba habis, padahal antusiasme user masih besar.
Jika ditotal, cuma butuh waktu 25 menit bagi Xiaomi untuk menjual 25 ribut unit ponsel Redmi 1S. Tetapi di balik kesuksesan itu, ada campur tangan taktik dagang hunger marketing yang sebelumnya jadi sorotan.
Pada tanggal 11 September 2014, saya melakukan pembelian 1 unit ponsel Xiaomi secara online melalui website Lazada dengan nomor pesanan 309388768 dengan pembayaran menggunakan kartu kredit CIMB Niaga.
BlackBerry yang tengah berjuang mengembalikan pamornya tak merasa gentar dengan kehadiran Xiaomi di Indonesia yang belakangan mulai membanjiri pasar dengan ponsel murah berspesifikasi tinggi.
Xiaomi nampaknya telah mendapatkan tempat khusus di kalangan penggemarnya. Smartphone Redmi 1S contohnya, sejauh ini sudah ludes terjual 25 ribu unit lewat e-commerce Lazada.
Segmen ponsel low-to-mid di Indonesia yang memang terbilang seksi kembali kedatangan penantang baru. Moto E yang merupakan seri ponsel termurah Motorola resmi mendarat di Indonesia dan berpotensi mengganggu kehadiran Xiaomi Redmi 1S.
Dari sisi harga jangan coba-coba membandingkan Xiaomi dengan Apple. Namun dari sisi ketenaran, pamor Xiaomi tak bisa dipungkiri sudah berhasil mencuri perhatian pasar. Apa sih rahasianya?