Ketika buang air kecil, AD tak menyangka bayi yang dikandungnya lahir. Dalam posisi berdiri, AD melihatĀ sang bayi terjatuh dan kepalanya membentur lantai kamar mandi. Anehnya bayi itu tidak menangis.
Bagaimana kehidupan keluarga RD alias AD? Setelah kasus pembunuhan bayi terungkap, orangtuanya tak sempat mengurus ketiga anaknya yang lain. Bahkan sang ayah harus bolos kerja karena memenuhi panggilan polisi.
Memulihkan kondisi kejiwaan RD alias AD, Polrestabes Surabaya berencana memeriksakannya. Namun pemulihan AD itu belum bisa dilakukan karena kondisinya masih labil.
Kondisi kesehatan RD alias AD (15) mulai membaik. Kepercayaan dirinya juga sudah mulai tumbuh. Apalagi banyak orang yang memberi semangat dan dukungan pada remaja kelahiran Malang itu.
R, pria yang diduga menghamili RD alias AD (15) ternyata sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian. Pemuda itu terlibat kasus penganiayaan dan saat iniĀ dikejar ke Polsek Sukomanunggal.
Bayi laki-laki yang ditemukan mengenaskan di toilet untuk guru dan TU di SMA 12 Surabaya rencananya dimakamkan di Malang, Jawa Timur. Namun pihak keluarga masih menunggu izin dari polisi.
RD alias AD (15) menyesal membuang dan membunuh bayi laki-laki yang dilahirkan di toilet guru dan TU di SMA 12 Surabaya. Dia meminta maaf kepada orangtuanya dengan berurai air mata.
RD alias AD mengaku pada orangtuanya kalau dia hamil setelah diperkosa pria berinisial R. RD mengaku pada Jumaiyah (35) saat ibunya menjaga di rumah sakit.