Iwan (bukan nama sebenarnya), biasa duduk di atap KRL ekonomi Bogor-Jakarta tanpa rasa takut. Itu dilakukan saat uang di kantongnya pas-pasan dan gerbong penuh sesak. Tapi itu dulu. Kini dia sudah insaf.
Para atapers KRL ekonomi tidak gentar dengan aksi PT KAI yang memasang pintu koboi dari Jakarta-Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata. Mereka memiliki cara ampuh yakni menendang pintu koboi sampai tiduran.
PT KAI menyempurnakan pintu koboi untuk menghalau atapers (penumpang atap) KRL di Pasar Minggu Baru-Kalibata jalur Jakarta-Bogor. Atapers diminta tobat atau kena tamparan pintu koboi.
PT KAI menepati janjinya untuk menertibkan penghalau atapers di KRL Bogor-Jakarta dengan alat sapu-sapu atap. Ujicoba pemasangan dilakukan malam ini pukul 24.00 WIB di perlintasan Bukit Duri.
Penggunaan kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) telah memasuki hari kedua. Penumpang KRL yang telah memiliki kartu Commet tidak perlu khawatir karena jumlah saldo yang ada di kartu bisa dicairkan menjadi uang tunai.
Sebagian penumpang KRL memilih tiket Eletronik untuk antisipasi keterlambatan. Melalui tiket tersebut, penumpang tidak perlu ikut antrean di loket pembelian tiket.
PT KAI melakukan uji coba Commuter Electronic Ticket (Commet) untuk penumpang KRL. Meski hal itu dinilai positif, diharapkan PT KAI tetap fokus melakukan perbaikan sarana dan prasarananya.
Penggunaan kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) hari kedua masih membuat bingung sebagian penumpang KRL. Alhasil, mereka masih memilih untuk menggunakan tiket biasa.
PT KAI menargetkan pemasangan alat sapu-sapu atap untuk menghalau atapers tujuan KRL Bogor-Jakarta dan sebaliknya selesai akhir Januari 2012. Namun pemasangan alat itu ditunda hingga Februari.