Militer AS, Inggris, dan Prancis lakukan serangan udara ke Suriah. Serangan ini diklaim atas aksi balasan kejahatan Presiden Suriah yang memakai senjata kimia.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan akan menargetkan fasilitas senjata kimia rezim Suriah, jika nantinya memutuskan untuk menyerang rezim tersebut.